Universitas Kadiri menyelenggarakan seminar bertajuk “From Local to Global: Branding and Marketing Strategies for SMEs” pada Senin, 27 April 2026 pukul 09.00 WIB bertempat di Aula B1-05 Universitas Kadiri. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring, sebagai bentuk komitmen kampus dalam memperkuat literasi kewirausahaan, pengembangan UMKM, serta peningkatan kompetensi mahasiswa menghadapi dinamika ekonomi global.
Seminar ini terselenggara melalui kolaborasi Universitas Kadiri dengan Pertakina Foundation, Rumah BUMN Blitar, dan PUM. Hadir sebagai pemateri utama Mr. Mick Walvisch (International Senior Expert), dengan Maftukhan, M.Hum. sebagai moderator. Kegiatan berlangsung interaktif, ditandai dengan partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Dari Strategi Pemasaran ke Penguatan Mindset Kewirausahaan
Meski mengangkat tema branding dan pemasaran, seminar ini menekankan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh strategi promosi, melainkan juga oleh pemahaman terhadap manusia dan cara berpikir seorang wirausaha. Mr. Mick menegaskan pentingnya orientasi pada manusia dalam menjalankan bisnis melalui pernyataan, “If you don’t understand people, you can’t understand business.”
Dalam pemaparannya, Mr. Mick juga membagikan motto hidupnya, “Life is too short for ordinary experiences,” sebagai pengingat agar individu berani mencari pengalaman bermakna, belajar secara berkelanjutan, dan membuka diri pada kemungkinan baru.

Pengalaman Global dan Nilai Berbagi
Mr. Mick dikenal aktif dalam berbagai kegiatan volunteer dan pendampingan entrepreneur. Ia menyampaikan bahwa capaian dan kontribusi tidak semata diukur dari aspek finansial; sebaliknya, kapasitas berpikir dan kompetensi akan membuka peluang yang lebih luas. Berangkat dari latar keluarga kreatif—dengan orang tua berprofesi sebagai arsitek dan desainer perhiasan—Mr. Mick menumbuhkan kebiasaan berpikir kritis, tidak terpaku pada pola umum, serta memiliki rasa ingin tahu yang kuat.

Teknologi, Perubahan Pola Pikir, dan Pentingnya Literasi Dasar
Seminar juga membahas dampak kemajuan teknologi yang memudahkan aktivitas manusia, namun dapat memunculkan persoalan baru, seperti penyalahgunaan teknologi dan perubahan pola pikir masyarakat. Mr. Mick mencontohkan fenomena bagaimana teknologi dapat memengaruhi cara pandang hingga menjauhkan sebagian orang dari pengetahuan dasar—misalnya, tidak memahami proses sederhana seperti asal susu dari sapi atau kopi dari biji kopi.
Melalui refleksi tersebut, peserta diajak untuk menjadi pribadi yang berpikir terbuka, mampu menyaring informasi, dan tetap memiliki landasan pengetahuan yang kuat di tengah arus digital.
.jpeg)
Peran Kebudayaan sebagai Kompas dan Filter
Dalam sesi pembahasan nilai, Mr. Mick menekankan bahwa kebudayaan memiliki peran penting sebagai filter dan kompas kehidupan manusia. Kebebasan, menurutnya, dapat menjadi “penjara” apabila tidak disertai tanggung jawab, batasan, dan pemahaman yang benar. Perspektif ini memperkaya diskusi tentang bagaimana individu mengambil keputusan, bekerja sesuai pilihan, serta membangun kehidupan sosial yang sehat.
Mengenal Kewirausahaan Sosial
Seminar turut mengangkat konsep kewirausahaan sosial (social entrepreneurship), yakni pendekatan kewirausahaan yang memanfaatkan inovasi dan prinsip bisnis untuk menciptakan dampak sosial, budaya, atau lingkungan yang positif. Berbeda dengan bisnis konvensional yang berfokus pada keuntungan maksimal, kewirausahaan sosial memprioritaskan misi sosial, pemberdayaan, dan keberlanjutan. Peserta juga diajak melihat bagaimana figur publik memanfaatkan bisnis untuk kepentingan luas, baik pada level global maupun nasional.
.jpeg)
Melatih Keberanian Berbicara dan Membangun Kepercayaan Diri
Selain materi kewirausahaan, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk melatih public speaking. Kesempatan bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan gagasan di forum menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi abad 21. Kemampuan public speaking dinilai krusial untuk menyampaikan informasi secara efektif, meningkatkan kepercayaan diri, membangun kredibilitas, serta memperkuat jejaring profesional.

Penutup
Pelaksanaan seminar “From Local to Global” hari ini menjadi bagian dari langkah Universitas Kadiri dalam memperluas wawasan kewirausahaan sivitas akademika, sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha dan pemimpin muda yang adaptif, beretika, dan berdampak. Universitas Kadiri mengapresiasi seluruh mitra kolaborasi serta partisipasi peserta yang telah menyukseskan kegiatan ini.
Semoga kegiatan serupa terus berkembang dan menjadi ruang produktif untuk memperkuat kompetensi, jejaring, dan kontribusi nyata Universitas Kadiri bagi masyarakat.
