Kediri — Universitas Kadiri turut ambil bagian dalam kegiatan Kirab Paripuja Dewi Kilisuci 2026 yang diselenggarakan di Kota Kediri. Partisipasi ini menjadi wujud dukungan sivitas akademika dalam pelestarian tradisi serta penguatan identitas budaya lokal yang berakar pada sejarah Bumi Panjalu.

Menghidupkan Nilai Luhur dan Kearifan Lokal

Kirab Paripuja Dewi Kilisuci merupakan agenda budaya yang sarat makna penghormatan terhadap warisan leluhur. Dalam kegiatan ini, rombongan Universitas Kadiri hadir dengan mengenakan busana adat tradisional Jawa, berjalan beriringan bersama peserta kirab lainnya. Kehadiran ini menunjukkan komitmen kampus untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya yang membentuk karakter masyarakat Kediri.

Pendidikan Tidak Hanya Akademik

Universitas Kadiri memandang bahwa pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik semata, melainkan juga mencakup pembentukan karakter dan kepekaan sosial-budaya. Melalui partisipasi pada kirab budaya, mahasiswa mendapatkan ruang pembelajaran kontekstual untuk:

·         mengenal sejarah dan tradisi daerah secara lebih dekat,

·         menumbuhkan rasa bangga terhadap kebudayaan bangsa,

·         mengembangkan sikap menghargai keberagaman dan identitas lokal.

Komitmen UNIK: Unggul dan Berakar pada Budaya

Sebagai bagian dari keluarga besar Kota Kediri, Universitas Kadiri terus berupaya menjadi institusi pendidikan yang unggul sekaligus berperan aktif dalam merawat budaya. Kegiatan seperti Kirab Paripuja Dewi Kilisuci menjadi momentum penting untuk mempertemukan semangat akademik dengan tanggung jawab sosial, sehingga kampus hadir tidak hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai mitra pelestarian kebudayaan.

Ajakan untuk Bersama Melestarikan Budaya

Universitas Kadiri mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk terus menjaga serta melestarikan budaya bangsa agar tidak lekang oleh waktu. Dengan keterlibatan bersama, tradisi dan nilai luhur daerah dapat tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang.