Universitas Kadiri (UNIK) kembali menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman melalui penyelenggaraan seminar “From Local to Global: Branding and Marketing Strategies for SMEs” pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi Universitas Kadiri dengan Pertakina Foundation, Rumah BUMN Blitar, dan PUM serta diselenggarakan secara luring dan daring.

Seminar ini ditujukan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai strategi branding, pemasaran, dan kewirausahaan agar produk maupun ide bisnis lokal mampu meningkatkan daya saing, termasuk dalam konteks perluasan pasar.

Kolaborasi untuk Penguatan Kapasitas Kewirausahaan

Kolaborasi lintas lembaga dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih adaptif. Melalui sinergi tersebut, peserta memperoleh wawasan yang tidak hanya berorientasi pada aspek pemasaran, tetapi juga pada cara berpikir kewirausahaan (entrepreneurship mindset) yang menjadi fondasi penting dalam pengembangan usaha.

Narasumber dan Moderator

Kegiatan menghadirkan Mr. Mick Walvisch (International Senior Expert) sebagai pemateri. Sesi dipandu oleh Maftukhan, M.Hum. selaku moderator. Dalam paparannya, Mr. Mick menyampaikan motto yang menjadi pengingat untuk terus bertumbuh dan mencari pengalaman bermakna: “Life is too short for ordinary experiences.”

Mr. Mick juga berbagi pengalaman keterlibatannya dalam berbagai kegiatan volunteer serta pendampingan bagi entrepreneur, termasuk melalui pengajaran, berbagi pengalaman, dan dukungan pengembangan usaha.

Fokus Materi: Lebih dari Sekadar Marketing

Seminar menegaskan bahwa pemasaran yang efektif tidak bisa dilepaskan dari pemahaman terhadap manusia dan perilaku. Salah satu gagasan kunci yang disoroti adalah pentingnya memahami manusia sebagai dasar memahami bisnis: “If you don’t understand people, you can’t understand business.”

Di sisi lain, kemajuan teknologi dipandang membawa kemudahan, namun juga menuntut kehati-hatian karena potensi dampak negatif seperti penyalahgunaan teknologi. Peserta diajak untuk bersikap terbuka terhadap perubahan, sekaligus tetap memiliki kemampuan berpikir kritis dan bertanggung jawab.

Budaya, Kebebasan, dan Tanggung Jawab

Dalam diskusi, disampaikan bahwa kebudayaan berperan sebagai filter sekaligus kompas dalam menentukan arah, pilihan, dan sikap dalam hidup maupun dalam membangun usaha. Kebebasan, meski penting, dapat menimbulkan persoalan apabila tidak diiringi dengan tanggung jawab dan pemahaman yang tepat. Perspektif ini menjadi pengingat bahwa penguatan kewirausahaan juga perlu bertumpu pada nilai dan etika.

Mengenal Kewirausahaan Sosial

Seminar turut mengulas kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) sebagai pendekatan yang memadukan inovasi dan prinsip kewirausahaan untuk menciptakan dampak sosial, budaya, atau lingkungan yang positif. Berbeda dari bisnis konvensional yang berfokus pada keuntungan maksimal, kewirausahaan sosial memprioritaskan misi sosial, pemberdayaan, dan keberlanjutan.

Ruang Praktik Public Speaking bagi Mahasiswa

Kegiatan berlangsung interaktif, dengan partisipasi aktif dari pemateri dan peserta. Forum diskusi yang terbuka memberi ruang bagi mahasiswa untuk melatih public speaking, menyampaikan pendapat, dan mengajukan pertanyaan secara tertib. Kemampuan komunikasi ini penting sebagai bekal di dunia profesional, baik dalam konteks kepemimpinan, kerja tim, maupun membangun jejaring.

Penutup

Seminar “From Local to Global” telah terlaksana dengan baik dan menjadi bagian dari komitmen Universitas Kadiri dalam memperluas wawasan sivitas akademika serta mendorong lahirnya inovasi dan kewirausahaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Universitas Kadiri menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra kolaborasi, narasumber, moderator, dan peserta yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Semoga pengetahuan dan perspektif yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata untuk pengembangan diri, usaha, dan kontribusi bagi masyarakat.