Universitas Kadiri terus meneguhkan komitmennya dalam membangun lingkungan akademik yang sehat, aman, dan berkeadaban. Melalui kegiatan Sosialisasi Satgas PPKPT (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi), Universitas Kadiri mengajak seluruh civitas akademika untuk memahami pentingnya kampus sebagai ruang tumbuh yang bebas dari segala bentuk kekerasan, sekaligus mendukung kesehatan mental seluruh warga kampus.
Pendidikan tinggi bukan semata-mata tentang mengejar gelar, melainkan juga tentang proses pendewasaan dalam lingkungan yang kondusif. Karena itu, Universitas Kadiri melalui Satgas PPKPT berkomitmen penuh untuk menghadirkan ruang akademik yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan.
Kekerasan di Kampus: Isu Serius yang Berdampak pada Kesehatan Mental
Kekerasan di lingkungan kampus tidak hanya terbatas pada tindakan fisik. Kekerasan dapat hadir dalam bentuk verbal, psikologis, perundungan, pelecehan, diskriminasi, hingga tindakan yang menekan martabat seseorang. Dampaknya tidak berhenti pada satu peristiwa, tetapi dapat menjadi luka yang menyerang kesehatan mental, menurunkan kepercayaan diri, menghambat prestasi, bahkan merusak masa depan.
Melalui sosialisasi ini, Universitas Kadiri menegaskan bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas satu unit kerja. Kampus yang sehat adalah kampus yang memastikan setiap individu merasa terlindungi dan dihargai.

Sosialisasi sebagai Langkah Awal untuk Berani Bersuara dan Saling Menjaga
Kegiatan sosialisasi Satgas PPKPT menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif—agar civitas akademika berani bersuara, saling menjaga, dan memahami mekanisme pelaporan serta penanganan yang berpihak pada korban. Sosialisasi juga menekankan pentingnya membangun budaya komunikasi yang sehat, saling menghormati, serta menguatkan nilai-nilai etika akademik dalam kehidupan kampus.
Satgas PPKPT hadir bukan hanya untuk merespons kasus, tetapi juga untuk memperkuat sistem pencegahan melalui edukasi, pendampingan, dan penguatan budaya kampus yang aman.

Tidak Ada Toleransi untuk Kekerasan
Universitas Kadiri mengajak seluruh civitas akademika untuk menyepakati satu prinsip: tidak ada toleransi untuk kekerasan. Prestasi hanya dapat tumbuh subur di “tanah” yang aman dan pada “jiwa” yang tenang. Dengan lingkungan yang sehat, mahasiswa dapat berkembang optimal, dosen dan tenaga kependidikan dapat bekerja produktif, serta proses pembelajaran dan penelitian dapat berlangsung bermutu.
Kampus Aman, Mahasiswa Gemilang bukan sekadar slogan, melainkan arah kebijakan dan gerakan bersama. Universitas Kadiri percaya bahwa kampus yang aman akan melahirkan generasi unggul—berkarakter, berdaya saing, dan mampu memberi dampak positif bagi masyarakat.
