Kediri – Universitas Kadiri melalui Office of National and International Affairs (ONIA) sukses menyelenggarakan International Youth Program 2026, sebuah forum internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dan disiplin ilmu. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Rabu, 8 Juli 2026, melalui Zoom Meeting serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Universitas Kadiri.
Mengangkat tema “Youth Innovation and Global Collaboration for a Sustainable Future”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa internasional untuk bertukar pengetahuan, gagasan, dan pengalaman mengenai peran generasi muda dalam menciptakan inovasi serta membangun kolaborasi global yang berkelanjutan.
Forum Pertukaran Gagasan Mahasiswa Internasional
International Youth Program 2026 berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan pembicara mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mitra internasional, antara lain Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, De La Salle University–Dasmariñas Filipina, PERI Institute of Technology India, Pathumthani University Thailand, Phnom Penh International University Kamboja, serta Universitas Kadiri Indonesia sebagai tuan rumah.
Keberagaman latar belakang pendidikan dan negara asal para pembicara menjadikan forum ini kaya akan perspektif. Para mahasiswa menyampaikan berbagai pandangan berdasarkan bidang keilmuan masing-masing, terutama terkait inovasi generasi muda, pendidikan, teknologi, pembangunan berkelanjutan, serta pentingnya kerja sama lintas negara dalam menghadapi tantangan global.
Menghadirkan Keynote Speaker dari Indonesia dan India
Acara dibuka dengan pemaparan dari dua keynote speaker. Keynote speaker pertama adalah Dr. Pamadya Vitasmoro, M.Pd., Head of International Office Universitas Kadiri. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya menyediakan ruang internasional bagi mahasiswa untuk mengembangkan wawasan global, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta memperluas jejaring akademik.
Keynote speaker kedua adalah Dr. B. Magesh, Vice Principal sekaligus Director of Internal Quality Assurance Cell (IQAC) PERI Institute of Technology, India. Beliau memberikan perspektif mengenai pentingnya kualitas pendidikan, inovasi, dan kolaborasi antarinstitusi dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu berkontribusi secara nyata bagi masyarakat global.
Diskusi Interaktif dan Kolaboratif
International Youth Program 2026 dipandu oleh moderator Muhammad Maftukhan. Dengan penyampaian yang komunikatif dan interaktif, moderator mampu menjaga jalannya kegiatan agar tetap dinamis, terarah, dan menarik. Setiap pembicara memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan gagasan, pengalaman, serta hasil pemikirannya di hadapan peserta dari berbagai latar belakang.
Suasana kegiatan semakin hidup pada sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menyampaikan sejumlah pertanyaan kritis kepada para pembicara, mulai dari tantangan generasi muda, peluang kerja sama internasional, hingga penerapan inovasi dalam mendukung masa depan yang berkelanjutan.
Para pembicara memberikan tanggapan berdasarkan pengalaman, bidang keilmuan, dan kondisi di negara masing-masing. Interaksi tersebut menciptakan diskusi yang konstruktif sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan budaya dan disiplin ilmu dapat menjadi kekuatan dalam menghasilkan solusi yang lebih luas dan relevan terhadap berbagai persoalan global.

Peran Teknologi dalam Kolaborasi Global
Keterlibatan mahasiswa dari enam perguruan tinggi di kawasan Asia menunjukkan bahwa kolaborasi internasional tidak hanya dapat dilakukan melalui pertemuan secara langsung. Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan mahasiswa untuk tetap terhubung, berdiskusi, dan membangun jejaring akademik tanpa terbatas oleh jarak geografis.
Melalui kegiatan ini, Universitas Kadiri menunjukkan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi. International Youth Program 2026 tidak hanya berfungsi sebagai forum presentasi akademik, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa, kemampuan berbicara di forum internasional, keterampilan berpikir kritis, serta pemahaman terhadap perbedaan budaya.

Komitmen Universitas Kadiri dalam Internasionalisasi Pendidikan
Program ini menjadi salah satu langkah strategis Universitas Kadiri dalam mempererat hubungan dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri. Kolaborasi yang telah terbangun diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan akademik lainnya, seperti penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, publikasi ilmiah, seminar internasional, serta program pengabdian kepada masyarakat.
Tema “Youth Innovation and Global Collaboration for a Sustainable Future” dinilai relevan dengan tantangan dunia saat ini. Generasi muda tidak hanya dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak perubahan yang menghadirkan gagasan kreatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Kesuksesan penyelenggaraan International Youth Program 2026 menjadi bukti bahwa forum internasional yang melibatkan mahasiswa dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan kerja sama global. Melalui ruang dialog seperti ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga menjadi pencipta inovasi dan agen perubahan bagi masa depan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Kadiri berharap semangat kolaborasi dan persahabatan antarperguruan tinggi dapat terus terpelihara. International Youth Program 2026 diharapkan menjadi awal bagi lahirnya lebih banyak gagasan, kerja sama, serta inovasi generasi muda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.
