OJK bersama FK-LJKD dan segenap civitas akademika dalam Pelatihan Literasi dan Inklusi Keuangan 2019 bertempat di Airlangga Convetion Hall, Senin, 05 Oktober 2019.

Lembaga Jasa Keuangan Daerah (FK-LJKD) Jawa Timur menggelar “PETIK” (Pelatihan Literasi dan Inklusi) Keuangan 2019. Pelatihan yang dilaksanakan di Airlangga Convetion Center Universitas Airlangga Kampus C pada Selasa, 5 Nopember 2019 dengan sasaran generasi melenial ini diikuti oleh 1000 mahasiswa lebih yang berasal dari universitas negeri maupun swasta.

Acara yang digelar pada hari Selasa tersebut mengangkat tagline “Menuju Jatim Well Financial Literate” adalah wujud nyata dari sinergi civitas akademika dengan pihak FK-LJKD Jawa Timur dalam upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat dalam mewujudkan Jatim well financial literate. Adanya sinergi dalam hal terseut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara pihak Universitas dengan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Jawa Rimur, dalam hal ini Universitas Kadiri turut menandatangani nota kesepahaman tersebut. MoU ini memiliki nilai simbiosis mutualisme bagi perguruan tinggi dan FK-LJKD Jawa Timur.

Drs. Talkah, M.Pd (dua dari kanan) selaku Wakil Rektor IV dalam penandatanganan nota kesepahaman di Pelatihan Literasi dan Inklusi Keuangan.

Dengan adanya MoU tersebut, maka Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dapat mengikutsertakan mahasiswa pada serangkaian kegiatan pelatihan, literasi dan inklusi keuangan kepada segmen masyarakat dan keikutsertaan mahasiswa dapat diperhitungkan sebagai bentuk kegiatan akademis. Melalui MoU, LJK juga bersedia sebagai narasumber apabila pihak perguruan tinggi membutuhkan LJK sebagai pengisi dalam kegiatan yang diadakan oleh pihak perguruan tinggi. Adapan perguruan Tinggi yang turut bergabung dalam penandatanganan MoU tersebut adalah :

  1. Universitas Airlangga
  2. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  3. Universitas Kadiri
  4. Universitas Muhammadiyah Malang, dan
  5. Universitas Jember.

Dalam sambutannya, Heru Cahyono selaku Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur menyebutkan bahwasannya pemerintah melalui Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) menargetkan indeks keuangan inklusif tahun ini sebesar 75% sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Inklusi Keuangan, sedangkan indeks literasi keuangan ditargetkan sebesar 35% pada akhir tahun 2019 sesuai dengan Peraturan Presiden tentang Strategi Nasional Perlindungan Konsumen No.50 Tahun 2017.

Seluruh Civitas Akademika bersama pihak OJK dan FJ-LJKD setelah penandatanganan Kesepahaman di Airlangga Convetion Hall

Selain itu, dalam acara tersebut terdapat aksi keuangan Milenial berupa aksi keuangan dan investasi oleh generasi Millenial dalam bentuk pembukaan rekening yang terdiri dari rekening tabungan atau simpanan bank, pembiayaan atau modal kerja, pembiayaan, simpanan emas, dan pembiayaan gadai serta rekening efek dan rekening reksa dana.

Post by Humas Universitas Kadiri