Kediri – Universitas Kadiri (UNIK) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui implementasi kerja sama strategis dengan perguruan tinggi mitra di tingkat global. Sebanyak empat mahasiswa Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Kadiri, terpilih mengikuti program Inbound Mobility Faculty of Civil Engineering and Built Environment yang diselenggarakan oleh Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).
Program mobilitas internasional tersebut akan berlangsung selama satu semester, mulai 16 Maret hingga 19 Juli 2026, dan dilaksanakan secara luring di kampus UTHM, Malaysia. Selama mengikuti program, para mahasiswa akan memperoleh pengalaman akademik melalui perkuliahan, praktik laboratorium, serta kegiatan pembelajaran berbasis lapangan bersama mahasiswa internasional.
Implementasi Nyata Kerja Sama Internasional
Keikutsertaan mahasiswa Universitas Kadiri dalam program ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama akademik yang telah terjalin antara Universitas Kadiri dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia. Pada 5 November 2025, UTHM secara resmi menawarkan kesempatan kepada mahasiswa Teknik Sipil Universitas Kadiri untuk mengikuti program mobilitas akademik sebagai bagian dari implementasi nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antarperguruan tinggi.
Program ini menjadi salah satu bentuk konkret kolaborasi internasional yang bertujuan memperluas wawasan akademik mahasiswa, meningkatkan kompetensi profesional di bidang teknik sipil, sekaligus membangun kapasitas lulusan yang memiliki daya saing global dan mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia konstruksi di tingkat internasional.

Seleksi Delegasi Berstandar Akademik
Untuk memastikan kualitas peserta yang mewakili Universitas Kadiri, Fakultas Teknik melaksanakan proses seleksi internal secara komprehensif. Setiap calon peserta terlebih dahulu memperoleh rekomendasi dari Dosen Pengampu Akademik (DPA) sebelum mengikuti tahapan verifikasi berdasarkan sejumlah kriteria akademik dan nonakademik.
Adapun persyaratan yang harus dipenuhi meliputi status mahasiswa aktif, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,70, tidak memiliki nilai D maupun E pada mata kuliah keahlian utama, memiliki kemampuan komunikasi dalam Bahasa Inggris yang baik, serta menunjukkan kedisiplinan, integritas, etika akademik, dan motivasi tinggi untuk belajar di lingkungan internasional.
Melalui proses seleksi tersebut, Universitas Kadiri menetapkan empat mahasiswa terbaik sebagai delegasi resmi, yaitu:
1. Nathan Adinata Budiawan
2. Galih Ernita Tata Nugrahini
3. Andalusia Alyssia Mirza Devi
4. Rezky Rahmatullah
Keempat mahasiswa akan mengikuti berbagai aktivitas akademik di Faculty of Civil Engineering and Built Environment UTHM, yang dikenal memiliki fasilitas laboratorium modern, kurikulum berbasis industri, serta ekosistem pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi teknik sipil berstandar internasional.

Komitmen Mencetak Lulusan Berdaya Saing Global
Keikutsertaan mahasiswa dalam program mobilitas internasional ini menjadi bagian dari strategi Universitas Kadiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas jejaring akademik global.
"Pengiriman mahasiswa ini merupakan wujud komitmen Universitas Kadiri dalam mendukung program internasionalisasi pendidikan. Kami berharap para delegasi dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan akademik, mengembangkan kompetensi profesional, serta membawa pengalaman dan praktik terbaik yang dapat diimplementasikan di lingkungan Universitas Kadiri setelah kembali ke Indonesia."
Selama mengikuti program Inbound Mobility, para mahasiswa Universitas Kadiri menjalani proses pembelajaran bersama mahasiswa dari berbagai negara yang tengah menempuh studi di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia. Lingkungan akademik yang multikultural tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif melalui diskusi lintas perspektif, penyelesaian studi kasus secara kolaboratif, serta pengembangan kemampuan komunikasi dan kerja sama dalam konteks internasional. Selain mengikuti perkuliahan reguler, para mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dan berkolaborasi secara langsung dengan dosen-dosen UTHM dalam berbagai aktivitas akademik, termasuk proyek pembelajaran, praktikum, dan kajian keilmuan yang memperkaya kompetensi mereka di bidang teknik sipil.
Tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi akademik, program ini juga menghadirkan berbagai kegiatan pertukaran budaya (cultural exchange) yang dirancang untuk mempererat hubungan antarmahasiswa dari berbagai latar belakang bangsa dan budaya. Melalui beragam aktivitas tersebut, para peserta diperkenalkan pada kekayaan budaya Malaysia sekaligus berkesempatan memperkenalkan budaya Indonesia kepada sivitas akademika internasional. Pengalaman lintas budaya ini menjadi nilai tambah yang penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang adaptif, berwawasan global, serta memiliki kemampuan berkomunikasi dan membangun jejaring internasional sebagai bekal menghadapi dinamika dunia profesional di masa depan.
Melalui partisipasi aktif dalam berbagai program internasional, Universitas Kadiri terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan global. Program Inbound Mobility di UTHM diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman belajar lintas negara bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mencetak lulusan Teknik Sipil yang unggul secara akademik, profesional, serta memiliki perspektif internasional dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan industri konstruksi global.

