Kediri, 1 April 2026 — Universitas Kadiri (UNIK) menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal Seluruh Civitas Akademika Universitas Kadiri dengan tema “Lentera Syawal: Membersihkan Hati dan Menguatkan Persaudaraan di Hari yang Fitri”. Kegiatan yang berlangsung di GOR Surya Universitas Kadiri ini menjadi ruang silaturahmi pasca-Idulfitri untuk mempererat kebersamaan, memperkuat budaya saling memaafkan, serta meneguhkan semangat pengabdian di lingkungan kampus.
Acara dihadiri oleh civitas akademika Universitas Kadiri, dan dirangkaikan dengan tausiyah oleh Ust. Surahmat, M.Hum. Suasana hangat terlihat dari interaksi antarpeserta yang saling menyapa, berjabat tangan, dan bertegur sapa sebagai wujud membangun harmoni setelah Ramadhan.
Rangkaian Kegiatan: Dari Tilawah hingga Silaturahmi
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai pembuka dan penguatan nilai-nilai spiritual. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan pimpinan universitas dan yayasan, sebelum memasuki sesi inti berupa ceramah/tausiyah.
Pada sesi sambutan, Rektor Universitas Kadiri Ir. Djoko Rahardjo, MP. menegaskan bahwa halal bihalal merupakan momentum untuk saling memohon maaf dan memberi maaf, sekaligus menjadi sarana memperkuat energi kebersamaan dalam menjalankan tugas-tugas akademik. Rektor juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini berlangsung baik, membawa manfaat bagi semua pihak, dan menjadi dorongan untuk semakin semangat bekerja serta mengabdi kepada Universitas Kadiri.

Selanjutnya, Ketua Pembina Yayasan Soedanco Supriyadi Walisongo Kediri Prof. (HC) Dr. IGG. Heru Marwanto, MM. turut menyampaikan pesan moral tentang pentingnya menjaga kualitas diri dan hubungan sosial, termasuk membangun kebiasaan saling memaafkan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa suasana Syawal selayaknya mendorong kita memperbaiki sikap, memperkuat empati, dan meneguhkan nilai-nilai kebaikan dalam lingkungan kerja serta keluarga besar universitas.

Tausiyah Ust. Surahmat: Syawal sebagai Penguat Karakter dan Ukhuwah
Tausiyah yang disampaikan Ust. Surahmat, M.Hum. menekankan Syawal sebagai fase melanjutkan pembinaan diri setelah Ramadhan, bukan sekadar perayaan seremonial. Inti pesan yang disampaikan mengajak seluruh civitas akademika untuk:
1. Membersihkan hati melalui budaya saling memaafkan, menghindari prasangka, dan membangun ketulusan dalam relasi kerja.
2. Menguatkan persaudaraan (ukhuwah) sebagai modal sosial yang penting dalam mewujudkan iklim akademik yang sehat, produktif, dan saling mendukung.
3. Menjaga kebiasaan baik pasca-Ramadhan, terutama yang berhubungan dengan disiplin ibadah, ketertiban perilaku, dan etika dalam bermasyarakat.
4. Menjadikan ilmu dan kerja sebagai amal, sehingga profesionalisme, tanggung jawab, dan integritas dapat tumbuh sebagai karakter bersama.
Materi yang terlampir juga memuat pengingat praktik-praktik kebiasaan baik (seperti menjaga ibadah sunnah tertentu dan memperbanyak doa) yang dapat menjadi bekal pribadi dalam menjaga konsistensi spiritual dan ketenangan batin.

Penutup: Jabat Tangan, Perkuat Kebersamaan
Acara ditutup dengan prosesi halal bihalal/bersalaman sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat persaudaraan. Momen ini menegaskan kembali bahwa UNIK tidak hanya membangun kualitas akademik, tetapi juga merawat nilai-nilai kebersamaan, etika, dan spiritualitas sebagai fondasi budaya institusi.
Melalui kegiatan ini, Universitas Kadiri berharap semangat Syawal dapat menjadi “lentera” yang menerangi langkah seluruh civitas akademika—menguatkan kolaborasi, menjaga harmoni, serta meningkatkan motivasi untuk terus berkarya dan mengabdi demi kemajuan Universitas Kadiri.


