Sarana di Universitas Kadiri

 

Beberapa sarana telah disediakan oleh Universitas Kadiri guna menunjang kebutuhan para mahasiswa dalam meraih pendidikan di Universitas Kadiri. beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

 

 

Laboratorium Agroklimatologi Fakultas Pertanian Universitas Kadiri berada di lapang berupa Stasiun Klimatologi. Stasiun cuaca didirikan dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan data yang diperlukan untuk berbagai keperluan khususnya di bidang pertanian. Dengan diketahuinya iklim di sekitar Stasiun Klimatologi maka tanaman apa yang sesuai dan bagaimana penanganan tanaman tersebut sehubungan dengan iklim yang ada dapat diprediksi lebih lajut.

Tujuan adanya Stasiun Klimatologi adalah untuk mengetahui secara langsung pelaksanaan pengamatan data iklim di stasiun klimatologi serta macam-macam peralatan klimatologi.

Gambar Stasiun Klimatologi

Sarana yang ada dalam Stasiun Klimatologi antara lain :
1. Sangkar Cuaca.

Sangkar cuaca digunakan dengan maksud agar pengukuran suhu tidak terkena langsung sinar matahari tetapi sirkulasi udara masih lancar, sehingga sangkar cuaca dibuat sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan pengukuran

Bagian-Bagian Sangkar

  1. Beton
  2. Permukaan Lantai Sangkar
  3. Pintu Sangkar 2 (dua) daun, bagian muka dan belakang
  4. papan penutup ruang sangkar (tebal 2 cm) berlubang 5 (lima) @=2,5 cm

Bentuk Sangkar

Terbuat dari kayu yang baik (jati/ulin) sehingga tahan terhadap perubahan cuaca. Sangkar dicat putih agar tidak banyak menyerap radiasi panas matahari. Sangkar dipasang dengan lantainya berada pada ketinggian 120 cm di atas tanah berumput pendek, sedangkan letaknya paling dekat dua kali (sebaiknya empat kali) tinggi benda yang berada di sekitarnya. Sangkar. Sangkar dipasang kuat berpondasi beton sehingga tidak dapat bergerak atau bergoyang jika angin kencang, selain itu agar sangkar tidak mudah dimakan rayap. Sangkar mempunyai dua buah pintu dan dua jendela yang berlubang-lubang/kisi. Lubang/kisi itu memungkinkan adanya aliran udara. Temperatur dan kelembaban udara di dalam sangkar mendekati/hampir sama dengan temperatur dan kelembaban udara di luar. Sangkar dipasang dengan pintu membuka/ menghadap utara-selatan, sehingga alat-alat yang terdapat di dalamnya tidak terkena radiasi matahari langsung sepanjang tahun. Jika matahari berada pada belahan bumi selatan, pintu sebelah utara yang dibuka untuk observasi atau sebaliknya.

Alat pengukur kelembaban udara dimasukkan ke dalam Sangkar Cuaca yang di dalamnya antara lain berisi

  • Temperatur maksimum minimum
  • Termometer basah kering
  • Barograf
  • Termohigrograf
  •  Swing termometer
  • Evaporimeter jenis Piche atau jenis Keshner

2. Alat Pengukur Suhu Udara
Termometer Maksimum

 Jenis khusus termometer air raksa, disebut termometer maksimum

Cara Kerja

Termometer Maksimum bekerja dengan adanya katup pada leher tabung dekat bohlam. Saat suhu naik, air raksa didorong ke atas melalui katup oleh gaya pemuaian. Saat suhu turun, air raksa tertahan pada katup dan tidak dapat kembali ke bohlam membuat air raksa tetap di dalam tabung. Pembaca kemudian dapat membaca temperatur maksimum selama waktu yang telah ditentukan. Untuk mengembalikan fungsinya, termometer harus diayun dengan keras

 Fungsi

Termometer maksimum berfungsi untuk mengukur suhu maksimum yang terjadi dalam 1 hari dan diamati setiap jam 12:00 UTC atau jam 19:00 WIB. Hasil baca suhu maksimum harus lebih tinggi atau serendah-rendahnya sama dengan suhu udara hasil pembacaan dari termometer bola keringyang tertinggi pada hari yang bersangkutan

Pengamatan Suhu Udara Maksimum

Baca termometer maksimum dengan cepat dan cermatsampai persepuluh derajat terdekat

  •  Setelah dibaca keluarkan termometer dengan hati-hati
  • Pegang bagian ujungnya dengan baik dimana bagian bolanya ada di bawah
  • Ayun/dikibas-kibaskan termometer tersebut berulang-ulang dengan lengan tetap lurus sampai air raksa yang terputus tersambung kembali dengan sempurna
  • Kembalikan termometer maksimum tersebut ke tempatnya semula dengan hati-hati
  • Pada saat mengembalikan, termometer maksimum harus dipegang dengan dua tangan sedikit miring dengan bagian bolanya lebih rendah dan bagian bolanya diletakkan terlebih dahulu kemudian baru bagian ujung tabungnya.

Temperatur Minimum

Fungsi Termometer minimum berfungsi mengukur suhu minimum yang terjadi dalam 1 hari dan diamati setiap jam 00:00 UTC atau jam 07:00 WIB. Hasil bacasuhu minimum harus lebih rendah atau setinggi-tinggi sama dengan suhu udara hasil pembacaan dari termometer bola kering yang terendah pada hari yang bersangkutan.

Pengamatan Suhu Udara Minimum

  • Pada pengamatan suhu minimum skala yang dibaca adalah skala yang ditunjuk oleh ujung indeks yang terletak lebih jauh dari bola termometer
  • Baca termometer minimum dengan cepat dan cermat sampai persepuluh derajat terdekat
  • Setelah dibaca, keluarkan termometer dengan hati-hati
  • Pegang termometer dan miringkan dengan bolanya berada lebih tinggi agar indeksnya meluncur ke bawah sampai berhenti menempel pada minikus (alkohol)
  • Kembalikan termometer minimum tersebut ketempatnya semula dengan hati-hati
  • Pada saat mengembalikan, termometer minimum harus dipegang dengan dua tangan seikit miring dengan letak bolanya lebih tinggi dan bagian ujungnya  diletakkan terlebih dahulu kemudian bagian bolanya diletakkan dengan hati-hati agar ujung indeks tetap menempel pada minikus

Termometer Bola Basah – Bola Kering

 Termometer Bola Kering merupakan alat ukur suhu udara di permukaan yang diamati setiap jam pengamatan. Dari 2 termometer ini diketahui data RH dan TD.

Perawatan Termometer Bola Basah – Bola Kerieng

  • Pemeriksaan harus dilakukan secara periodik minimal 1 bulan sekali
  • Hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan Psychrometer  Bola Kering – Bola Basah adalah Bulb termometer yang harus selalu bersih dari debu, kotoran, lumut atau kapur. Perawatan dengan cara mengelap / mengikir menggunakan lap bersih / pisauy karter
  • Kain muslin dipasang 2 cm di atas wet-bulb termometer (diameter bulb adalah 1 cm)
  • kain muslin yang harus diganti bila telah kotor. lapuk, berlumut / berkapur.

3. Alat Pengukur Tekanan Udara

Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara adalah Barograf, dimana pengukuran dilakukan

seminggu sekali dengan cara mangambil kertas pias yang secara otomatis telah mencatat hasil kelembaban udara.  Sedangkan  higrograf diamati setiap hari sekali.

Barograph adalah istilah lain untuk barometer yang dapat merekam sendiri hasil pengukurannya. Barograph umumnya menggunakan prinsip Barometer Aneroid, dengan menghubungkan beberapa kapsul / cell aneroid dengan sebuah pena untuk membuat track pada kerta pias yang diletakkan pada tabung yang berputar 24 jam per rotasi. Pada pias terdapat garis-garis tegak menunjukkan waktu dan garis mendatar menunjukkan tekanan udara.Tingkat keakuratan dari barograph, salah satunya ditentukan oleh jumlah kapsul / cell aneroid yang digunakan. Semakin banyak kapsul aneroid yang digunakan maka semakin peka barograph tersebut terhadap perubahan tekanan udara.

4. Alat Pengukur Intensitas dan Lama Penyinaran Matahari (Campbell Stokes)

 Pengertian

Alat  yang di gu na kan pada stasiun Klimato lo gi untuk mengukur intensitas dan lama penyinaran matahari adalah menggu na kan Bola kaca.  Cara peng ukur an dengan meng hi tung besarnya kertas pias yang tebakar dibanding dengan waktu penyinaran selama satu hari yaitu terhitung mulai Pukul 08.00 – 16.00 atau  8 jam penyinaran. Intensitas pe nyinaran dalam satuan %.

Cara Kerja

Nama alat yang digunakan adalah Campbell Stokes.  Campbel Stokes dilengkapi dengan kartu khusus. Kartu ini adalah kartu yang berperan sebagai pencatat data. Kartu Campbell Stokes ini dipasang di bawah lensa pada alat, kemudian diletakkan di tempat terbuka. Pencatat waktu pada kartu akan mencatat bekas bakaran kartu. Bagian yang hagus itulah yang menunjukkan intensitas sinar matahari selama satu hari. Bekas bagian hangus yang berwarna coklat dicocokan oleh satuan waktu dan lamanya penyinaran. Lamanya penyinaran yang diukur adalah penyinaran terus menerus dan penyinaran yang tertutup awan.

Bagian-Bagian Capbell Stokes

Campbell Stokes terdiri dari beberapa bagian yaitu Bola Kaca Pejal (umumnya berdiameter 96 mm). Plat logam berbentuk mangkuk, sisi bagian dalamnya bercelah-celah sebagai tempat kartu pencatat dan penyanggah tempat bola kaca pejal dilengkapi skala dalam derajat yang sesuai dengan derjaat lintang bumi. Bagian pendiri (Stand), bagian dasar terbuat dari logam yang dapat di leveling. Kerta pias terdiri dari 3 (tiga) jenis menurut letak matahari

Prinsip Kerja

Sinar matahari yang datang menuju permukaan bumi, khususnya yang tepat jatuh pada sekeliling permukaan bola kaca pejal akan difokuskan ke atas permukaan kertas pias yang telah dimasukkan ke celah mangkuk dan meninggalkan jejak bakar sesuai posisi matahari saat itu. Jumlah kumulatif dari jejak titik bakar inilah yang disebut sebagai lamanya matahari bersinar dalam satu hari (satuan jam/menit)

5. Alat Pengukur Kecepatan Angin

 Anenometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur arah dan kecepatan angin. Satuan meteorologi dari kecepatan angin adalah Knots (Skala Beauford). Sedangkan satuan meteorologi dari arah angin adalah 00 – 3600 dari arah mata angin. Anemometer harus ditempatkan di daerah terbuka. Pada saat tertiup angin, baling-baling yang terdapat pada anemometer akan bergerak sesuai arah angin. Di dalam anemometer terdapat alat pencacah yang akan menghitung kecepatan angin. Hasil yang diperoleh alat pencacah dicatat, kemudian dicocokkan dengan skala Beaufort. Selain menggunakan anemometer, untuk mengetahui arah angin, kita menggunakan bendera angin. Anak panah pada baling-baling bendera angin akan menunjukkan ke arah mana angin bertiup. Cara lainnya dengan membuat kantong angin dan diletakkan di tempat terbuka. Pengukuran dilakukan setiap hari dengan cara mencatat angka pada alat dan dilakukan perhitungan ,dimana : Angka terakhir – angka sebelumnya di bagi 24  maka diperoleh kecepatan angin dengan satuan  km/jam

6. Alat Pengukur Curah Hujan

Alat yang digunakan adalah ombrometer otomatis (lengkap) dimana setiap saat jika terjadi hujan sudah tercatat besarnya curah hujan serta intensitasnnya.  Data dapat diperoleh dengan mengambil kertas pias yang ada pada alat.  Jika pencatat otomatis ada masalah maka dapat dilakukan pengukuran setiap hari dengan menakar jumlah air yang ada pada penampungan dengan menggunakan gelas ukur dengan satuan mm/hari, kemudian di akumulasikan menjadi mm/bulan/ per tahun.

7. Alat Ukur Evaporasi

Alat yang digunakan adalah Pan Evaporation, alat ini dilakukan pengamatan setiap hari yaitu pada pagi hari dengan mengukur ketinggian air dari standar yang telah dipasang pada bagian permukaan alat.  Perhitungan dengan mengurangkan ketinggian air hari ini dengan ketinggian air kemarin / sehari sebelumnya, tetapi selama pengukuran terdapat hujan maka harus ditambahkan jumlah airnya.

Contoh :

  •   Hari kemarin ketinggian 75 mm
  •   Curah hujan 10 mm
  •   Hari ini ketinggian 80 mm
  •   Maka  diperoleh evaporasi :
  •   Nilai Hari ini  –  nilai hari Kemarin + curah hijan
  •   Sehingga  80 – 75 + 10  =  5 mm/hari