[unik-kediri.ac.id,Kam,16/07/2020] –  Provinsi Jawa Timur terbagi dalam beberapa zona wilayah dalam pandemi covid-19  diantaranya yaitu zona warna merah, zona warna oranye, zona warna kuning, dan zona warna hijau.  Masyarakat yang dinyatakan berada di zona hijau dan zona kuning dapat kembali melakukan aktivitasnya di ruang publik, baik dalam hal beribadah, ataupun aktivitas lainnya. Bahkan pemerintah juga menghimbau kepada masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru di tengah penyebaran Covid-19 sesuai dengan protokoler kesehatan, mengingat setiap saat Covid-19 masih mungkin mengancam terlebih Kota Kediri berada pada zona oranye.

Merespon dan menanggapi adanya kebijakan baru terkait pandemi covid-19 maka Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Kadiri mengadakan seminar nasional online dengan tema “Strategi Kebijakan Publik Dalam Mendukung Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)” pada Kamis, 16 Juli 2020 dengan menghadirkan narasumber – narasumber yang tidak hanya menarik, namun juga berkompeten dalam bidangnya yaitu :

  1. Abdullah Abu Bakar, SE selaku Walikota Kediri,
  2. Dr. Bambang Istianto, M.Si, CPFF selaku Direktur Eksekutif  Center of Public Policy Studies (CPPS) Institut STIAMI Jakarta dan Ketua Bid.PPP ASIAN,
  3. Dr. Yudied Agung Mirasa, SKM.,M.Kes selaku Ahli Epidomologi Lingkungan serta Kepala Divisi Pendidikan dan Pelatihan BBTKLPP.
Abdullah Abu Bakar, SE selaku Walikota Kediri memberikan pemaparan dalam seminar nasional online pada hari kamis dengan tema “Strategi Kebijakan Publik Dalam Mendukung Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)”

Dalam seminar nasional kali ini, tidak hanya menghadirkan narasumber yang menarik dan juga berkompeten dalam bidangnya namun juga dimoderatori  secara langsung oleh Dewan Pembina Yayasan Soedanco Soepriyadi  Universitas Kadiri yakni Dr. Ir. IGG Heru Marwanto, MM.

Dr.Ir. IGG. Heru Marwanto, MM. selaku Pembina Yayasan menjadi moderator dalam seminar nasional dengan tema “Strategi Kebijakan Publik Dalam Mendukung Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)”

Dalam pemaparannya, Abudullah Abu Bakar mengatakan adanya tujuan dari pengendalian adalah membatasi kegiatan tertentu dan pergerakan orang untuk menekan penyebaran Covid-19 tanpa mengabaikan dampak psikologis masyarakat, serta meningkatkan antisipasi perkembangan eskalasi penyebaran Covid-19.

Bahkan Dr. Yudied Agung Mirasa juga menjelaskan bahwa kewajiban adaptasi kebiasaan baru dimulai dari semua pihak berkomitmen penyesuaian perilaku, terjadinya proses komunikasi dan edukasi yang efektif, komitmen diri dan komitmen bersama serta pembiasaan atau disiplin. Selain itu Dr. Bambang Istianto juga menambahkan  strategi kebijakan yang tepat dalam menghadapi era Adaptasi Kebijakan Baru (AKB) dimulai dari :

  1. Melakukan perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat terhadap kepatuhan protokol kesehatan melalui program sosialisasi, pendidikan formal dan informal secara berkelanjutan.
  2. Membangun birokrasi yang responsif, kolaboratif dan good governance menjadi program prioritas.
  3. Membangun komitmen yang kuat dengan orientasi alokasi anggaran untuk pemulihan ekonomi guna menumbuhkan daya beli masyarakat, dan
  4. Membangun ketahanan pangan di daerahnya  masing-masing dengan orientasi berdikari.

Seminar nasional online tersebut disiarkan secara langsung melalui youtube dan media sosial Universitas Kadiri, dimana tidak hanya para peserta namun juga masyarakat dapat menyaksikan seminar nasional tersebut secara langsung ataupun siaran ulang di akun youtube Universitas Kadiri.

Post by Humas Universitas Kadiri