Yudisium Program Sarjana & Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Kadiri Periode Genap 2024/2025
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Kadiri menyelenggarakan Yudisium Program Studi Sarjana Administrasi Publik dan Magister Administrasi Publik pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di Aula Gedung B Universitas Kadiri. Kegiatan akademik ini mengusung tema “Transformasi Administrasi Publik: Mewujudkan Tata Kelola Kolaboratif, Digital, dan Berkelanjutan.” Pada periode genap Tahun Akademik 2024/2025 ini, yudisium diikuti oleh 69 peserta yang terdiri atas 27 mahasiswa Program Studi S1 Administrasi Publik dan 42 mahasiswa Program Studi S2 Administrasi Publik. SK yudisium dibacakan oleh Wakil Dekan I FISIP, Dr. M. Daimul Abror, M.Si., yang secara resmi mengesahkan para peserta sebagai calon lulusan Universitas Kadiri. Dalam kesempatan tersebut, FISIP Universitas Kadiri juga memberikan apresiasi khusus kepada peserta dengan indeks prestasi kumulatif terbaik. Untuk Program Studi S1 Administrasi Publik, predikat IPK terbaik diraih oleh Lenny Veronica Sari dengan IPK 3,94. Adapun untuk Program Studi S2 Administrasi Publik, predikat IPK terbaik diraih oleh Denvi Nur Meiwardani dengan IPK 3,93. Penghargaan diserahkan langsung oleh Dekan FISIP sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para yudisiawati dalam menyelesaikan studi. Dalam sambutannya, Dekan FISIP, Dr. Teguh Pramono, M.Si., menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar penanda berakhirnya proses perkuliahan, melainkan titik awal bagi para lulusan untuk berkiprah di tengah masyarakat. Beliau menyampaikan bahwa dinamika administrasi publik di era digital menuntut para aparatur dan praktisi kebijakan untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, dan memberikan pelayanan publik yang lebih responsif dan berkualitas. Lebih lanjut, Dekan menekankan pentingnya tata kelola yang kolaboratif. Penyelesaian persoalan publik tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut menjadi kunci terciptanya kebijakan yang efektif, adil, dan berkelanjutan. Terkait digitalisasi, Dr. Teguh Pramono, M.Si. menegaskan bahwa penguasaan teknologi informasi merupakan keniscayaan bagi para lulusan Administrasi Publik. Transformasi digital, menurut beliau, harus dimaknai sebagai peluang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Namun demikian, pemanfaatan teknologi tetap harus berpijak pada nilai-nilai etika, kepentingan publik, dan norma yang hidup di masyarakat. Prinsip keberlanjutan juga menjadi sorotan penting dalam sambutan dekan. Setiap kebijakan publik yang dirumuskan, ditekankan beliau, harus mempertimbangkan dampak jangka panjang sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di masa mendatang. Dengan demikian, lulusan Administrasi Publik diharapkan mampu menjadi perencana dan pengelola kebijakan yang visioner, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan generasi mendatang. Kegiatan yudisium juga dihadiri oleh Ketua Pembina Yayasan Soedanco Supriyadi Walisongo sekaligus pendiri Program Magister Administrasi Publik Universitas Kadiri, Prof. Dr. IGG. Heru Marwanto, MM. Dalam sambutannya, beliau mengulas perjalanan panjang pendirian FISIP dan Program Magister Administrasi Publik sejak tahun 2006. Pendirian program ini didorong oleh kebutuhan akan sumber daya manusia yang mampu menjadi perintis sekaligus pengambil kebijakan publik yang berkualitas. Prof. Dr. IGG. Heru Marwanto, MM. menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi sumber daya alam maupun jumlah penduduk. Potensi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui pendidikan tinggi yang bermutu. Oleh karena itu, para lulusan diharapkan tidak berhenti belajar, senantiasa memperbarui wawasan, dan membuka diri terhadap kolaborasi lintas sektor agar mampu menjawab tantangan global dan regional. Beliau juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir (mindset) di era digital. Para lulusan Administrasi Publik didorong untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi, menjadikan digitalisasi sebagai sarana untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerja birokrasi, bukan sekadar tren sesaat. Kolaborasi, inovasi, dan kemampuan mengelola informasi menjadi modal utama untuk membawa Indonesia menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan berdaya saing. Menutup rangkaian acara, para pimpinan fakultas dan yayasan berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berkarya. Gelar akademik yang disandang bukan hanya simbol keberhasilan studi, tetapi juga amanah moral untuk berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif di tengah masyarakat. Segenap sivitas akademika Universitas Kadiri menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yudisium Program Sarjana dan Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Kadiri. Semoga ilmu dan kompetensi yang diperoleh mampu mendorong praktik administrasi publik yang adaptif, inovatif, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.