Diversifikasi Pangan Lokal Memperkuat Ketahanan Pangan Di Masa Pandemi Covid-19

No Comments

[UNIK,Sen,22/09/2021) – Pertanian merupakan salah satu sektor penopang perekonomian Nasional selama masa pandemi Covid-19. Sektor pertanian sebagai sumber pendapatan dan mata pencaharian bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Sebagian masyarakat yang terdampak pandemi covid-19 memilih menekuni dan mengembangkan usaha pertanian baik skala rumah tangga maupun industry. Kedepannya sektor pertanian masih memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang karena terus meningkatnya permintaan pangan baik dalam maupun luar negeri.

Program diversifikasi pangan yang digulirkan Pemerintah terus digalakkan karena Indonesia memiliki sumber keragaman karbohidrat yang sehat dan bergizi. Untuk itu pengembangan sektor pertanian diarahkan pada pengadaan aneka komoditas pangan lokal. Pangan lokal adalah makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat sesuai potensi dan kearifan lokal. Pangan lokal sebagai solusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan di masa pandemic covid-19. Pengembangan pangan lokal sebagai upaya memperkuat keragaman pangan dengan berbagai pangan alternatif. Adanya berbagai pangan lokal yang sehat dan ramah lingkungan sangat baik dikonsumsi pada masa pandemic covid-19.

Komoditas pangan lokal yang potensial dikembangkan diantaranya adalah:

  1. Gandum

Gandum utuh sumber pangan yang disarankan sebagai pengganti beras untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Gandum memiliki sifat antioksidan yang tinggi sehingga mampu menjaga tubuh dari risiko terjangkit berbagai penyakit. Gandum juga mengandung zinc sebagai pendukung sistem imunitas tubuh. Gandum sebagai pangan alternatif memiliki kandungan serat yang tinggi mampu memberikan efek kenyang lebih lama.

  1. Jagung

Jagung merupakan salah satu makanan kesukaan masyarakat Indonesia dengan berbagai macam olahan. Jagung selain sebagai sumber pangan juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan energi terbarukan “bioethanol”. Jagung sebagai sumber pangan yang kaya karbohidrat, protein dan beberapa vitamin dan mineral yang tinggi seperti: vitamin A, vitamin B, vitamin C, kalsium, seng, fosfor dan tembaga.

  1. Umbi-umbian

Kelompok umbi-umbian yang potensial dikembangkan adalah singkong (ubi kayu), ubi jalar, kentang, gadung, uwi, talas/suweg, porang, ganyong, garut. Tanaman umbi-umbian sumber pangan alternatif yang mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin dan mineral. Ubi kayu dan ubi jalar termasuk makanan yang mudah ditemukan dan mudah dalam pengusahaannya. Porang termasuk kelompok umbi-umbian yang merupakan komoditas baru dan ekspor andalan saat ini. Pada saat pandemic covid-19, permintaan tanaman porang baik dalam maupun luar negeri terus meningkat. Porang memiliki kandungan karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, kristal kalsium oksalat, alkaloid dan serat pangan. Produk olahan porang adalah tepung porang yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, antara lain: makanan diet rendah lemak dan kalori, bahan pengental, penggumpal atau pembentuk gel, pengikat air dan pakan ternak. Porang memberikan nilai tambah bagi petani sebagai komoditas ekspor tidak hanya dalam bentuk mentah dan barang setengan jadi tetapi juga dalam bentuk beras porang. Pengganti nasi yang baik khususnya bagi penderita diabetes adalah kentang. Kentang selain memiliki kandungan karbohidrat, juga mengandung vitamin dan mineral yang penting bagi kesehatan tubuh. Vitamin dan mineral tersebut, diantaranya adalah kalsium, fosfor, kalium dan vitamin C. Berbagai olahan kelompok umbi-umbian potensial dikembangkan sebagai agroindustri lokal.

  1. Sorghum

Sorghum adalah biji-bijian sereal yang memiliki nutrisi tinggi dan mengandung protein serta bebas gluten. Sorghum merupakan komoditas pertanian untuk pangan, pakan dan industri. Tanaman sorghum potensial dikembangkan karena memiliki daya adaptasi yang luas, tahan terhadap kekeringan, dan lahan yang kurang subur.

  1. Tanaman kacang-kacangan

Kacang-kacangan merupakan sumber protein nabati yang penting untuk meningkatkan imunitas tubuh. Tanaman kacang-kacangan yang potensial dikembangkan adalah kedelai, kacang tanah, kacang hijau, kacang tunggak, koro, kacang gude. Olahan berbagai tanaman kacang-kacangan sangat beragam dan pengelolaannya menjadi agroindustri lokal. Pengembangan agroindustri lokal menjadi peluang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi selama pandemic covid-19.

Apabila pandemic Covid-19 terus berlangsung tidak menutup kemungkinan dunia akan mengalami krisis pangan dan krisis ekonomi. Untuk itu perlu penguatan sistem pangan lokal sampai pada tingkat masyarakat. Dalam berbagai kondisi apapun diharapkan masyarakat adaptif dengan sistem pangan lokal sesuai keragaman potensi daerah setempat. Strategi pengembangan pangan lokal diantaranya, adalah:

(a) pengembangan produksi pangan lokal sesuai keragaman potensi masing-masing daerah,

(b) pengembangan berbagai produksi pangan lokal sebagai bahan baku industri olahan pangan,

(c) penguatan agroindustri lokal,

(d) melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi pangan lokal bagi pemenuhan pangan dan gizi keluarga serta dalam rangka penguatan ekonomi daerah dan Nasional.

Saat pandemic covd-19 merupakan waktu yang tepat untuk mempromosikan pangan lokal dan pengembangan ekonomi lokal. Sudah saatnya kita membiasakan perilaku mengkonsumsi pangan lokal, menggerakkan ekonomi lokal dengan memanfaatkan lahan yang ada untuk berproduksi, dan mencintai produksi dalam negeri.


Biodata Penulis :

Nugraheni Hadiyanti,SP.,MP merupakan Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kadiri. Bagi Wanita kelahiran Sukoharjo yang juga alumni Pascasarjana Universitas Sebelas Maret ini masa pandemic adalah waktu yang tepat untuk mempromosikan pangan lokal guna pengembangan ekonomi lokal. Dengan mengkonsumsi pangan lokal, maka kita secara tidak langsung menggerakan ekonomi lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *